Sita Aset Milik Orang Andalan Planet Series, Publik Tuntut Bareskrim Polri Usut Tuntas Jaringan Narkotika di Kota Batam

Cyberkriminal.ID, BATAM — Update perkembangan kasus peredaran Narkotika di HH Club atau Planet 3.0 (P3) Kota Batam, kini memasuki babak yang makin intensif. Setelah mengamankan sejumlah barang bukti dan menetapkan 10 orang tersangka, Bareskrim Polri disebut bergerak lebih jauh untuk mengungkap mata rantai yang berada diatas para tersangka lapangan.

Pengembangan perkara tak lagi stuck pada para pekerja yang merupakan operator terdepan didalam Tempat Hiburan Malam (THM) tersebut. Penyidik tampak mulai membidik pihak yang diduga berperan dalam transaksi dan peredaran Narkotika ke ruang lingkup THM di Kota Batam.

Bareskrim Polri Memburu Sosok Andalan Dibalik Planet Series

Basri, salah satu nama yang baru-baru ini menjadi pusat perhatian dalam pengembangan perjara tersebut. Sebuah nama yang tak lagi asing dalam percaturan dunia malam di Kota ini. Dirinya disebut-sebut sebagai “Sosok Andalan” dibalik ruang lingkup Planet Series.

Informasi yang beredar menyebutkan Basri yang kini diburu Bareskrim Polri telah melarikan diri ke negeri jiran, Malaysia. Kendati demikian, status hukum dan keberadaannya tetap harus mengacu pada ketereangan resmi pihak berwajib.

11 Mobil Mewah Milik Basri Disita Penyidik

Perkara ini kian menjadi sorotan adalah sebanyak 11 unit mobil mewah yang diduga berkaitan dengan Basri berhasil diamankan Tim Penyidik Bareskrim Polri dari sejumlah lokasi. Meski kepemilikan dan asal-usul sejumlah kendaraan tersebut belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan tindak pidana peredaran Narkotika, tentu saja masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pembuktian sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Pasalnya publik terus berharap penyidikan ini bukan hanya sebuah formalitas semata, melainkan harus segera dituntaskan hingga ke Aktor Utamanya. Jangan hanya berhenti setelah penetapan 10 orang tersangka yang telah diamankan saja. Meski masih dalam proses penyelidikan, apa mungkin para pekerja lapangan tersebut merupakan Aktor Utama atau hanya bagian paling dasar dari sebuah mata rantai dalam lingkaran setan ini?.

Jika benar adanya jaringan khusus pemasok Narkotika ke berbagai THM di Kota ini, maka pengungkapan kasus ini harus segera diusut hingga menemukan Dalang Utamanya.

Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa poin penting yang harus segera dibongkar dan menjadi perhatian khusus bagi para penyidik, diantaranya :

  1. Siapa Penyedianya?
  2. Siapa Penerimanya?
  3. Siapa Distributor yang mengendalikannya?
  4. Siapa saja yang mengetahui jaringan tersebut?
  5. Kepada siapa profitnya disetorkan?
  6. Bagaimana aliran dana hasil transaksi tersebut bergerak?

Poin-poin diatas wajib segera dijawab melalui proses penyelidikan yang transparan dan profesional. Sangat disayangkan apabila kasus krusial yang sudah dibidik sejauh ini hanya menghasilkan tersangka sejumlah antek-antek kecil yang sejatinya hanya makan gaji dari para aktor intelektual saja, sementara itu para pengendali jaringan dan pihak yang menikmati keuntungan justru lolos dari jeratan hukum.

Jika Terbukti Ada Keterlibatan, Manajemen Juga Harus Diselidiki

Sebuah THM sejatinya merupakan sebuah perusahaan yang memiliki struktur dan manajemen yang jelas. Oleh karenanya, apabila dalam proses penyelidikan terbukti adanya keterlibatan dan peran penting dari pihak manajemen dalam peredaran Narkotika tersebut, maka harus bersedia untuk bertanggung jawab berdasarkan alat bukti dan proses hukum yang telah ditetapkan.

Demikian dengan status Manajer, Direktur, para pekerja, apalagi seorang Ladies Companion (LC) tidak otomatis merupkan pihak yang bersalah. Bisa jadi mereka hanya operator yang menjalankan tugasnya sebagai seorang karyawan dalam THM tersebut.

“Publik Tidak Butuh Kambing Hitam Semata, Segera Ungkap dan Lacak Habis Seluruh Jaringan Narkotika di Kota Batam Secara Utuh”

Tantangan Baru Bagi Bareskrim Polri

Penyidik juga ditantang untuk membongkar aliran dana dari kasus penggerebekan Planet 3.0 yang seharusnya menjadi momentum bagi Bareskrim Polri untuk bukan hanya memburu barang bukti namun juga menguak kemana uang hasil transaksi haram tersebut dialokasikan.

Jika kemudian ditemukan indikasi bahwa aset, rekening, atau harta benda lainnya berkaitan dengan tindak pidana narkotika, maka jelas asal-usul seluruh aset tersebut wajib ditelusuri sesuai mekanisme hingga sampai kepada si empunya circle terkutuk itu. Karenanya, persoalan narkotika bukan sekadar barang haram yang beredar di tempat hiburan semata, melainkan ada dalang yang hanya goyang kaki menikmati keuntungan besar dari rantai ekonomi ilegal.

Amanah Besar dari Masyarakat Untuk Bareskrim Polri

Seiring berjalannya waktu, masyarakat tentunya senantiasa menanti proses pekembangan kasus ini. Apakah benar-benar akan diusut hingga ke akarnya atau sekedar seremonial dan berhenti sampai penetapan tersangka lapangan saja?

Apabila terbukti, Basri adalah bagian penting dari mata rantai jejaring narkotika tersebut dan telah berhasil diamankan, publik meminta kepada para penyidik untuk menguak seluruh oknum dibalik jaringan narkotika bersama dengan bukti yang didapatkan, bukam sekedar menangkan satu nama lalu perkara selesai.

Bareskrim Polri, Buktikan Kesungguhan dan Intensitasmu Kepada Masyarakat Kota Batam!

(prmtillahii/Cyk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup