Judi Disikat Togel Makin Menggurita, Publik Pertanyakan Konsistensi Penegakan Hukum Bareskrim di Kota Batam

Cyberkriminal.ID, BATAM — Penindakan terhadap aktivitas perjudian di Kota Batam kembali menjadi sorotan. Di tengah langkah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dalam mengungkap berbagai perkara di wilayah Kepulauan Riau, aktivitas perjudian jenis toto gelap (togel) dan toto disebut masih berlangsung secara terbuka dan relatif mudah diakses masyarakat.

Sorotan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan yang mempertanyakan konsistensi aparat dalam memberantas seluruh bentuk perjudian tanpa tebang pilih.

“Kalau memang mau bersih, jangan hanya tempat-tempat tertentu yang ditindak. Judi togel yang setiap hari berjalan juga harus disikat,” ujar Ismail.

Menurutnya, aktivitas pemasangan togel disebut dapat dilakukan dengan relatif mudah. Selain melalui komunikasi WhatsApp, pemain disebut dapat mendatangi lokasi-lokasi tertentu yang diduga menjadi tempat pemasangan nomor, seperti warung-warung kopi dan pasar oleh agen-agen penyedianya.

Pola permainan yang beredar antara lain menggunakan tebakan angka 2D, 3D hingga 4D. Pemain memilih kombinasi angka tertentu, kemudian menunggu hasil pengundian sesuai dengan jenis permainan yang dipasang.

Ismail menyebut aktivitas pemasangan nomor berlangsung hampir setiap hari dengan jadwal pengundian yang berbeda-beda. Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa persoalan perjudian angka di Batam bukan sekadar aktivitas sporadis, melainkan perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

“Kalau memang aktivitas itu benar masih berlangsung, pertanyaannya sederhana: mengapa bisa berjalan terus?” katanya.

Perputaran Uang Jadi Sorotan

Selain persoalan aktivitas perjudian, besarnya potensi perputaran uang juga menjadi perhatian. Penjualan nomor yang disebut mencakup berbagai jenis permainan seperti Siji, Toto dan togel dinilai berpotensi menghasilkan transaksi dalam jumlah besar apabila berlangsung secara rutin dan melibatkan banyak pemain.

Namun, informasi mengenai besaran perputaran uang tersebut masih perlu diverifikasi melalui penelusuran aparat penegak hukum, termasuk mengenai siapa pengelola, pengepul, bandar maupun pihak-pihak yang diduga menerima keuntungan dari aktivitas tersebut.

Ismail mendesak aparat tidak berhenti pada penindakan terhadap lokasi tertentu saja. Menurutnya, pemberantasan perjudian semestinya menyasar seluruh mata rantai, mulai dari pemasang, pengecer, pengumpul hingga pihak yang diduga berada di balik pengelolaan jaringan perjudian.

“Kalau benar ada praktik perjudian yang masih berlangsung, jangan pandang bulu. Siapa pun yang terlibat harus diperiksa berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Publik Pertanyakan Konsistensi Penegakan Hukum Bareskrim Polri di Kota Batam

Sorotan terhadap dugaan aktivitas togel di Batam pada akhirnya bermuara pada satu pertanyaan: apakah penegakan hukum terhadap perjudian akan dilakukan secara menyeluruh atau hanya menyasar lokasi-lokasi tertentu?

Publik tentu berharap setiap informasi mengenai dugaan perjudian dapat ditindaklanjuti secara profesional, terukur dan berdasarkan bukti. Jika ditemukan pelanggaran hukum, aparat memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak terbukti, masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan yang transparan agar tidak muncul tuduhan tanpa dasar.

Oleh karenanya, dugaan maraknya togel di Batam layak menjadi perhatian aparat. Bukan sekadar soal siapa yang ditangkap, tetapi juga bagaimana seluruh rantai aktivitas perjudian ditelusuri hingga ke sumber aliran uangnya.

Jika benar masih ada praktik togel yang berlangsung secara rutin di Batam, publik kini menunggu: kapan aparat turun tangan dan membuktikan bahwa pemberantasan perjudian benar-benar dilakukan tanpa pandang bulu?

(prmtillahii/Cyk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup