Gelper Berizin Dibayangi Ketakutan! Ismail: Yang Salah Silakan Ditindak, Yang Legal Jangan Dimatikan!
Cyberkriminal.ID, BATAM — Penindakan terhadap praktik judi di Batam memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha Gelanggang Permainan (Gelper).
Ketua Umum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan kejelasan mengenai status usaha Gelper yang memiliki izin dan beroperasi sesuai regulasi.
Ismail menilai pernyataan Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin terkait pemberantasan judi harus dipahami secara tegas: yang melanggar hukum harus ditindak, bukan seluruh dunia usaha yang kemudian dibuat takut.
“Kalau yang ditindak adalah kasino dan praktik perjudian, tentu itu memang harus ditindak. Tetapi kalau Gelper memiliki izin dan menjalankan usaha sesuai ketentuan, mengapa harus takut?” ujar Ismail.
Menurutnya, pemerintah dan kepolisian perlu segera memberikan kepastian hukum agar penegakan hukum tidak menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha. Persoalan ini juga menyangkut nasib ribuan pekerja, termasuk pelaku UMKM dan pengemudi ojol yang ikut menggantungkan pendapatan dari aktivitas ekonomi di sekitar tempat usaha.
Ismail mengingatkan bahwa meningkatnya pengangguran akibat penutupan usaha dapat memunculkan persoalan sosial baru.
“Kapolri dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya menjaga iklim usaha. Karena itu, pemerintah dan kepolisian harus hadir memberikan solusi dan kepastian hukum,” tegasnya.
Ismail pun mengimbau pengusaha Gelper yang memiliki izin untuk tidak perlu takut membuka usahanya, sepanjang seluruh kegiatan dijalankan sesuai regulasi dan tidak berubah menjadi praktik perjudian.
“Silakan beroperasi kalau izinnya lengkap dan kegiatannya sesuai aturan. Jangan takut. Tetapi jangan menyalahgunakan izin. Kalau melanggar hukum, tentu aparat harus bertindak,” katanya.
Pesannya sederhana: usaha yang legal jangan dibuat takut, sementara praktik perjudian tetap harus diberantas. Kepastian hukum dan penegakan aturan harus berjalan beriringan.









