Publik Menunggu HENDRA dan APO ” Juru Kunci ” Buku Merah dan Jejak Aliran Dana

Cyberkriminal.ID, BATAM — Penanganan perkara narkotika di THM Planet Batam oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kembali menjadi sorotan. Perhatian kini mengarah kepada Hendra dan Apo yang disebut masih berstatus DPO.

Ketua Umum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan, menilai keberadaan dan pemeriksaan Hendra serta Apo menjadi penting untuk mengurai dugaan mata rantai di balik perkara tersebut, khususnya menyangkut “BUKU MERAH” dan aliran dana yang diduga berkaitan dengan transaksi peredaran narkoba di THM Planet Batam.

Menurut Ismail, keduanya dinilai dapat menjadi “juru kunci” untuk membuka sejumlah pertanyaan yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.

“Kalau Hendra benar memiliki peran dalam distribusi uang, pemeriksaannya menjadi penting untuk mengungkap siapa yang menerima, berapa jumlahnya, kapan diserahkan, dan untuk kepentingan apa,” ujar Ismail.

MENGAPA HENDRA DAN APO BELUM TERTANGKAP?

Ismail juga mempertanyakan perkembangan pengejaran terhadap Hendra dan Apo jika dibandingkan dengan pihak lain yang disebut dalam perkara tersebut.

“Kenapa hal ini kita sampaikan? Sebab, untuk selevel Basri saja tidak lama kemudian berhasil ditangkap. Termasuk Yuwanky yang cepat menyerahkan diri,” kata Ismail.

Sementara itu, lanjutnya, Hendra dan Apo yang disebut berada pada level karyawan kelas menengah justru hingga kini belum tertangkap.

“Ini tentu sangat menarik. Apakah sehebat itu sampai belum tertangkap? Inilah pertanyaan besar bagi kita,” tegasnya.

Pertanyaan tersebut, menurut Ismail, bukan untuk menyimpulkan adanya perlakuan tertentu, melainkan mendorong aparat penegak hukum menjelaskan perkembangan pengejaran terhadap dua orang yang dinilai penting dalam mengurai perkara tersebut.

JURU KUNCI “BUKU MERAH” DAN ALIRAN DANA

Sorotan utama kini mengerucut pada dua kata kunci: BUKU MERAH dan ALIRAN DANA.

Jika benar terdapat buku atau catatan yang memuat transaksi, setoran, pembagian uang, maupun pihak-pihak yang terlibat, maka keberadaan dokumen tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diverifikasi dan diuji penyidik.

Begitu pula dengan dugaan aliran uang hasil transaksi peredaran narkoba. Publik ingin mengetahui apakah terdapat aliran dana, berapa nilainya, dari mana sumbernya, kepada siapa mengalir, serta untuk kepentingan apa.

“Hendra dan Apo ini penting diperiksa. Kalau mereka mengetahui soal buku merah dan aliran uang, dari sanalah bisa dibuka siapa saja yang terlibat dan bagaimana pola pergerakan uang tersebut,” ujar Ismail.

PUBLIK MENUNGGU JAWABAN

Namun, seluruh dugaan mengenai “BUKU MERAH”, aliran uang, penerima setoran, maupun keterlibatan pihak lain tetap harus dibuktikan melalui alat bukti dan proses hukum yang sah.

Kini perhatian publik tertuju pada proses pengejaran Hendra dan Apo.

Apabila keduanya berhasil diamankan dan diperiksa, publik menunggu apakah pemeriksaan tersebut dapat memberikan jawaban atas dua misteri utama dalam perkara Planet Batam:

Apa sebenarnya isi “BUKU MERAH”?

Dan ke mana aliran dana yang diduga berasal dari transaksi peredaran narkoba di THM Planet Batam mengalir?

Bagi Ismail, penangkapan Hendra dan Apo bukan sekadar soal menghadirkan dua orang yang disebut dalam perkara. Lebih jauh, pemeriksaan keduanya dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mengurai mata rantai transaksi, aliran uang, serta pihak-pihak yang mungkin memiliki keterkaitan, apabila memang didukung bukti.

Publik kini menunggu: apakah Hendra dan Apo akan menjadi juru kunci yang membuka misteri “BUKU MERAH” dan jejak ALIRAN DANA Planet Batam?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup