Petani Poyotomo Desa Sri Bintan Keluhkan Status Lahan Hijau dan Tingginya Harga Pupuk
Cyberkriminal.id, BINTAN – Jumat malam, pukul 20.15 Wib, Anggota DPD RI Ismeth Abdullah melanjutkan agenda kunjungan reses di Kampung Poyotomo RW.04 Desa Sri Bintan Kec. Teluk Sebong Kabupaten Bintan. (17/10/2025)
Kampung Poyotomo Desa Sri Bintan Berada di kaki Gunung Bintan, pemandangan persawahan yang asri dengan suasana kampung yang menenangkan.
Dengan luas sekitar 20 hektare, 10 hektare digunakan untuk pertanian, sementara sisanya untuk pembibitan.
Kawasan ini dirancang sebagai destinasi wisata edukasi dan rekreasi yang unik. Terutama di Provinsi Kepulauan Riau, di mana persawahan jarang ditemukan.
Setiba di Kampung Poyotomo Desa Sri Bintan, Ismeth Abdullah yang selalu di dampingi Istri tercinta Aida Ismeth disambut gembira warga dan perangkat desa yang sudah berkumpul.
” Kami warga Poyotomo Desa Sri Bintan merasa bahagianatas kehadiran Bapak Ismeth Abdullah beserta Ibu Aida Ismath, semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan, berkah dan lancar dalam menjalankan aktifitas menjalankan tugas Negara.” Ujar Deni selaku Ketua Badan Pembangunan Desa (BPD) pada saat menyampaikan kata sambutannya.
Anggota DPD RI Ismeth Abdullah dalam sambutannya lebih menekankan pada penjelasan fungsi dan tupoksi sebagai Anggota DPD RI.
”Suatu kebahagian bagi saya dapat bertemu langsung dengan warga Poyotomo Desa Sri Bintan, semoga Bapak/Ibu semua selalu diberikan kesehatan dan kesejahteraan.”
” Saya berharap, warga Poyotomo dapat memanfaatkan kesempatan reses ini untuk menyampaikan aspirasinya terkait permasalahan-permasalahan yang ada.” ujar Ismeth Abdullah
Saat sesi tanya jawab, Purwadi, salah satu perwakilan warga menyampaikan aspirasinya terkait status lahan hijau yang menghantui masyarakat Desa Sri Bintan yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
” Kami dari dulu sudah menggarap pertanian, sudah ada surat halasak, sudah tinggal disini sampai ke anak cucu, tiba-tiba aja ada kabar bahwa lokasi kami masuk lahan hijau, kami juga bingung dan menjadi waswas atas legalitas lahan yang sudah kami tempati bertahun-tahun.” Ujar Purwadi.
Sementara itu, Ali Aspan, salah satu warga yang berprofesi sebagai petani juga menyampaikan aspirasi dan keluhannya terkait kondisi lahan pertanian yang membutuhkan perhatian pemerintah, baik berupa pemerataan pupuk subsidi, alat pertanian seperti traktor untuk menggarap lahan penanaman padi.
“Kami mohon kepada Bapak Ismeth Abdullah untuk dapat memberi solusi terkait perhatian pemerintah prihal pemerataan pengadaan pupuk subsisdi, yang mana kebutuhan jenis pupuk tanaman padi tidak ada yg disubsidi, sehingga harga pupuk tinggi.” Ujar Ali Aspan.
Menanggapi aspirasi warga Poyotomo Desa Sri Bintan, Anggota DPD RI Ismeth Abdullah sampaikan bahwa apa yang menjadi aspirasi dan keluhan warga akan ditindak lanjuti.
Ismeth Abdullah juga mengatakan ”Silahkan perwakilan warga sampaikan aspirasi atau usulannya secara tertulis, agar menjadi dasar kita untuk menindaklanjutinya, kita akan pertanyakan dan diskusikan kepada pihak-pihak terkait.”
Menurut ismeth, keberadaan DPD RI bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya, sesuai dengan amanat undang-undang dan semangat reformasi.
” Kalau menyangkut kebijakan pusat, kita akan komunikasi kepada pemerintah pusat, dan kita akan rapatkan di Komite I DPD RI, kalau menyangkut kebijakan daerah, kita akan langsung berkoordinasi kepada Gubernur atau Bupatinya” Tutup Ismeth Abdullah.









