Nama “IS” Kader Partai Disebut Terang-Terangan di Balik Bisnis Barang Bekas.
Batam, Cyberkriminal.id — Penggerebekan bongkar muat barang bekas di Sagulung pada Sabtu (9/11) ternyata bukan sekadar operasi rutin. Di balik dua kontainer dan tiga lori yang disita, justru tersingkap dugaan adanya kekuatan politik yang selama ini membentengi jalannya bisnis ilegal tersebut. Jumat (21/11/2025).
Di tengah kekacauan saat aparat mengamankan lokasi, sebuah bisikan pekerja justru menyulut api baru.
Bisikan itu jelas, lugas, dan tanpa keraguan:
“Ini punya ketua IS.”
Pernyataan spontan itu langsung memicu kegelisahan banyak pihak. Sebab, inisial tersebut merujuk pada seorang ketua partai sekaligus anggota dewan Kepri yang selama ini dikenal memiliki jejaring luas di Batam. Bisikan itu mungkin terdengar lirih, tetapi dampaknya menghantam keras—bahwa ada dugaan kuat bisnis barang seken tak sekadar dikendalikan pemain lapangan, melainkan disokong figur politik yang punya posisi strategis.
Sumber-sumber investigatif menyebut, jaringan barang seken yang beroperasi di Batam bukanlah jaringan kecil. Ia berjalan lama, rapi, dan seolah-olah kebal dari penindakan. Setiap kali ada razia, pemain yang ditangkap selalu orang yang sama: sopir, buruh angkut, atau pekerja lapangan.
Tetapi pengendalinya? Selalu hilang dalam kabut.
Kecurigaan pun mengarah pada permainan level atas — level yang mampu mengatur ritme keluar masuk kontainer, mengatur siapa yang berjaga, hingga memastikan barang lolos tanpa gesekan di pelabuhan resmi.
Di lapangan, beberapa saksi menyebut adanya pola pengamanan yang aneh: area tertentu mendadak dikosongkan,
kendaraan tertentu dibiarkan lewat tanpa diperiksa, dan ada instruksi tak tertulis agar aparat “tidak mengganggu” di jam-jam tertentu. Semua pola itu menambah kuat dugaan adanya backing orang kuat bukan sembarangan di kepri.
Di tengah memanasnya isu, sosok IS justru memilih bungkam. Tidak satu pun klarifikasi disampaikan, meski namanya kini berputar di tengah pemberitaan dan percakapan publik. Diamnya seorang politisi justru makin menimbulkan tanda tanya—apakah ia tidak tahu, tidak mau tahu, atau sengaja membiarkan isu ini bergulir?
Yang jelas, publik kini menunggu langkah aparat.
Apakah keberanian mereka hanya berhenti di level buruh angkut?
Atau kali ini, jeratan hukum benar-benar akan merambat ke meja pengambil kebijakan yang diduga menikmati manisnya bisnis barang seken?
Bisnis ini tidak mungkin berjalan sebesar itu tanpa orang kuat di belakangnya. itu adalah bernama IS seorang politisi atau kader partai yang sangat hebat di kepri.
sampai berita ini di fublikasikan belum ada lagi keterangan dan pendapat dari pihak tertentu untuk dimintai keterangannya.









